Penelitian tentang batas kota raja jaman Majapahit ini pertama kali diungkapkan oleh Nurhadi Rangkuti seorang arkeolog dan peneliti sejarah Majapahit yang begitu menaruh minatnya terhadap adanya batas-batas kota raja Majapahit yang didasarkan pada penemuan berupa Yoni berdenah segi-delapan dengan pahatan naga-raja di bawah ceratnya, ditemukan sekitar tahun 1989 di daerah Lebak Jabung, Mojokerto, lokasi mana saat ini telah berdiri sebuah masjid besar yang terkenal dengan Masjid Ki Ageng Jabung.
Temuan ini menghantarkan kepada penelitian terhadap tiga situs yoni naga-raja yang lainnya, yaitu Yoni Klinterejo, Yoni Sedah/Japanan serta Yoni Badas (yang belum diketemukan). Hasil pemetaan dari temuan-temuan tersebut menyimpulkan bahwa luas wilayah kota raja Majapahit adalah 9 km x 11 km.
Nah loh ...., ada lagi fakta perihal batas ibukota kerajaan Majapahit .....
BalasHapusWah hebat, Anda banyak tentang fakta sejarah yang ada di Indonesia, ini sangat bagus untuk dijadikan referensi budaya.
BalasHapusWow, that is a nice picture :) Come and visit my blog if you like: Cat Dead, Details Later
BalasHapusHi thanks for following now following you back!
BalasHapusSugeng dalu, sowan kang .....
BalasHapusSalam hotmatku kepada seluruh leluhur Majapahit
BalasHapusYah memang, untuk menentukan batas Kota Raja Majapahit sangatlah sulit, hal ini juga disebabkan oleh banyak situs-situs atau peninggalan yang sebenarnya merupakan batas kota raja sekarang tidak diketemukan lagi. Salam.
BalasHapus