
Hubungan antara Syangka (Sri Langka) dan Majapahit mungkin telah dimulai sejak pemerintahan Jayanegara, karena dalam prasasti Sidateka, 1323, raja Jayanegara menggunakan nama abhiseka Sri Sundarapandya Adiswara, sedangkan unsur pandya mengingatkan dinasti Pandya di Sri Langka. Nama Sri Langka sudah dikenal dalam abad tigabelas sebagai negara bawahan Sriwijaya. Mungkin sekali persahabatan antara Sri Langka dan Majapahit terutama akibat kunjungan pendeta-pendeta Budha dari Sri Langka ke Majapahit.
Hubungan antara Ayudya (G. Coedes, The Indianized States of Southeast Asia, 1968, hal. 222-223) dan Majapahit bertarikh sekitar tahun 1350, setelah Ramadhipati berhasil menyerbu Sukhotai dan menawan raja Lu Thai pada tahun 1349, kemudian mendirikan kerajaan Dwarawati. Negara baru Dwarawati yang berpusat di Ayudhya banyak dipengaruhi oleh negara tetangganya yang bercorak Hindu. Dari Khmer di sebelah Timurnya, negara Dwarawati mengambil pola pemerintahan, kebudayaan, kesenian dan sistem tulisan. Dari bangsa Mon dan Burma di sebelah Baratnya, mengambil pola perundang-undangan yang bersumber pada perundang-undangan India, sedangkan dari Sri Langka mengambil agama Budha.
Silahkan melanjutkan ke bagian kedua
Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)