Breaking News
Loading...

HUBUNGAN DENGAN NEGARA TETANGGA (2)

Dharmanagari di pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu, di bagian Selatan Siam, terkenal sebagai Ligor atau Nakhon Sithammarat, adalah kerajaan lama yang dikenal sejak abad delapan seperti tercatat dalam prasasti Ligor. Pada waktu itu menjadi negara bawahan Sriwijaya. Pada tahun 1350, ketika Ramadhipati mendirikan kerajaan Dwarawati yang berpusat di Ayudhya, Dharmanagari masih tetap berdiri sebagai negara merdeka dan mengadakan hubungan persahabatan dengan Majapahit. Bahkan ketika Rama Khamheng dari Sukhothai pada akhir abad tiga belas menegakkan kekuasaannya di wilayah Indo-Cina, Dharmanagari tetap bertahan. Oleh karena dalam abad empat belas seluruh Semenanjung Melayu dari Tumasik sampai Semang adalah daerah bawahan Majapahit, sedangkan daerah sebelah Baratnya dikuasai oleh Ayudhya, maka Dharmanagari hanya merupakan kerajaan kecil, terjepit antara Ayudhya dan daerah bawahan Majapahit.

Marutma, biasa disamakan dengan Martaban (G. Coedes, The Indianized of Southeast Asia, 1968 hal. 219) terletak di delta sungai Saluen, adalah kerajaan Mon. Sejak timbulnya kerajaan Burma dan Sukhothai dalam abad tigabelas, kerajaan Mon ini menjadi rebutan antara bangsa Burma dengan bangsa Thai. Pada tahun 1201 kerajaan Mon berhasil dikuasai oleh Waweru dari suku Thai dengan bantuan Tarabaya yang mengakibatkan kematian kedua belah pihak. Martaban pada tahun 1318 jatuh dalam kekuasaan bangsa Thai di bawah peemerintahan Lai Thai, putera Rama Khamheng ; diperintah bangsa Thai sampai tahun 1347, ketika bangsa Mon berhasil menggulingkan kekuasaan Lai Thai dan membebaskan negaranya dari kekuasaan bangsa Thai. Demikianlah dalam pertengahan abad empatbelas kerajaan Mon di Martaban adalah negara merdeka dan menjadi tetangga daerah bawahan Majapahit di Semenanjung Melayu.

Kerajaan Campa dengan ibukota Wijaya (Caban) di dekat kota Binhdinh, terletak di pantai Timur Vietnam, adalah kerajaan lama yang telah dikenal sejak permulaan abad Masehi. Campa mengadakan hubungan persahabatan dengan Jawa sejak jaman pemerintahan raja Kertanegara yang memerintah Singasari dari tahun 1270 sampai tahun 1292. Konon puteri Tapasi dari Singasari kawin dengan raja Jaya Singawarman III dari Campa (G. Coedes, The Indianized States of Southeast Asia, 1968, hal. 217). Berkat perkawinan itu raja Jaya Singawarman melarang tentara Tartar yang berlayar ke Jawa pada akhir tahun 1292 untuk menghukum raja Kertanegara, mendarat di pantai Campa.

Pada tahun 1314 Campa diperintah oleh Tran-Minh-tong, yang juga dikenal sebagai Che Nang dalam sejarah Vietnam. Setelah gagal usahanya untuk merebut kembali daerah bagian Utara dari kekuasaan bangsa Vietnam, ia diusir dari negaranya. Konon Che Nang mengungsi ke Jawa pada tahun 1318, pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Jayanegara.

Silahkan melanjutkan ke bagian ketiga.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)

 
Toggle Footer