Majapahit Blog RAJA-RAJA DAN PATIH KERAJAAN MAJAPAHIT (1) | Majapahit 1478 RAJA-RAJA DAN PATIH KERAJAAN MAJAPAHIT (1)
Headlines News :
Home » » RAJA-RAJA DAN PATIH KERAJAAN MAJAPAHIT (1)

RAJA-RAJA DAN PATIH KERAJAAN MAJAPAHIT (1)

Majapahit mengundang banyak polemik, Majapahit mengundang berbagai penafsiran, Majapahit dapat mengakibatkan kekeliruan sejarah bila tidak hati-hati dalam menafsirkannya.

Polemik yang pertama muncul dan sering menimbulkan berbagai macam penafsiran adalah berkaitan dengan masalah raja-raja yang pernah memerintah Majapahit berikut dengan sosok patih Amangkubhumi yang mendampinginya. Sebenarnya dalam beberapa artikel terdahulu hal ini pernah diulas, hanya kemungkinan susunannya yang terpencar sehingga masih agak membingungkan. Oleh karenanya lewat artikel ini, saya (penulis) akan mencoba mendeskripsikannya secara sistematis.

Beberapa media elektronik baik itu Wikipedia maupun beberapa thread di Kaskus telah mendeskripsikannya, namun masih membutuhkan penjelasan secara lebih rinci lagi, hal mana dimaksudkan agar kaum muda Indonesia dapat lebih mengenal Majapahit secara lebih gamblang dan benar, serta tidak terpengaruh oleh pemberitaan-pemberitaan mereka-mereka yang kurang bertanggung-jawab dan hanya mengejar publikasi dan atau keuntungan semata.


Uraian dari Wikipedia

Uraian dari Kaskus pada thread budaya

Baiklah, berikut ini adalah uraian Raja-raja Majapahit berikut dengan Patih Amangkubhumi yang mendampinginya  :

Nararya Sanggramawijaya yang bergelar Sri Kertarajasa Jayawardhana, memerintah dari tahun 1293 M - 1309 M.

Beliau adalah putera dari Dyah Lembu Tal, cucu dari Narasinghamurti (Mahisa Campaka), cicit dari Mahisa Wunga Teleng, keturunan dari Ken Arok dari hasil perkawinannya dengan Ken Dedes. Dengan demikian Sanggramawijaya ini jelas-jelas trah Singosari dan hal ini tidak dapat di ganggu-gugat, silsilah geneologis ini juga nyata dalam pengakuannya sendiri yang tertulis pada prasasti Kudadu berangka tahun 1294 M.

Adapun Patih Amangkubhumi yang mendampinginya adalah Pu Tambi atau yang terkenal dengan sebutan Patih Nambi. Hal ini disebutkan dalam prasasti Penanggungan berangka tahun 1296 M, sebagai berikut "Rakrian Patih : Empu Tambi ; Rakrian Patih Daha : Empu Sora ; Rakrian Demung : Empu Renteng ; Rakrian Demung Daha : Empu Rakat ; Rakrian Kanuruhan : Empu Elam ; Rakrian Rangga : Empu Sasi ; Rakrian Rangga Daha : Empu Dipa ; Rakrian Tumenggung : Empu Wahana ;  Rakrian Tumenggung Daha : Empu Pamor ; Sang Nayapati : Empu Lunggah ; Sang Pranaraja : Empu Sina ; Sang Satyaguna : Empu Bango".


Penulis : J.B. Tjondro Purnomo ,SH 

Bersambung  ............... ke bagian kedua
Share this article :

Copy Rights : Jerry Wong ~ Majapahit 1478 | Majapahit Blog

Majapahit 1478 Sobat sedang membaca artikel tentang RAJA-RAJA DAN PATIH KERAJAAN MAJAPAHIT (1). Oleh Admin Blog, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini sepanjang hal tersebut memang berguna, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

20 komentar:

  1. Lengkap sekali Pak, dulu saya termasuk penggemar sandiwara radio tentang majapahit, disana juga banyak diceritakan, ada beberapa nama yang saya ingat, artikel ini lebih lengkap, ada bagian pertama dan kedua, kita tunggu bagian selanjutnya....sukses buat blog ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerajaan Majapahit berasal dari KERAJAAN JAWAKA, keturunan Indocina, Kambodia, Laos dan Selatan Thai. Menganut agama hindu buddha...juga mengamalkan budaya hindu buddha seperti dalam Tarian Jawa, Manahora, Wayang Kulit dan Kuda Lumping...nyata tidak punya keperibadian.

      Hapus
  2. hmmm....
    banyak juga ternyata raja2 dari majapahit yang belum saya ketahui. terima kasih atas infonya.
    oh yah kalo bisa dan ada sumber, mohon dijabarkan info tentang raja2 tersebut :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sumber yang pasti adalah berupa prasasti-prasasti tentang kerajaan Majapahit, ditambah dengan kitab Negarakretagama.

      Hapus
  3. Wah mantap, inilah ulasan tentang pembesar-pembesar kerajaan Majapahit, sukses selalu, lanjutkan sampai tuntas ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungguh hebat pendahulu kita, sedang yang di dukung IT canggih,mudah mudahan mampu mengikuti jejaknya,maju terus.......

      Hapus
  4. Melihat, membaca serta menyimak artikel-artikel dalam blog ini .., sepertinya sudah waktunya untuk dibuatkan sebuah buku tentang Majapahit (yang sebenarnya). Saran aja ... judulnya MENGUAK KEBESARAN MAJAPAHIT ....bagaimana ?

    BalasHapus
  5. Wah ... tambah wawasan, tambah jelas

    BalasHapus
  6. sebelumnya maaf.
    (tnpa mengurangi tali silaturahmi)
    tolong banner ane diblog sobat dcopot aja gan..
    berhubung ane mau hapus smua banner, dan menggantinya dgn link aja...

    link sobat udah ane pasang.
    maksih

    BalasHapus
  7. menambah wawasan tentang kerajaan majapahit disini. terima kasih kawan atas postingannya.. salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kesediaan anda untuk mampir di blog yang sederhana ini ..., rahayu

      Hapus
  8. Ilustrasi para pemimpin di jaman kerajaan Majapahit yang bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas atensi anda, selamat datang dan selamat bergabung.

      Hapus
  9. Untuk meluruskan sejarah tentang kerajaan Majapahit saya sangat setuju dengan usul saudara Krisna agar ditulis dalam sebuah buku.thanks Salam dari Sumba

    BalasHapus
  10. Dalam Prasasti Waringin Pitu yang dikeluarkan Kertawijaya alias Wijaya Parakrama Wardhana menyebutkan Samarawijaya dan Wijayakarana, dua putra Rajasawardhana, yang dalam Pararaton dikenal juga sebagai Baginda Kahuripan dan Baginda Mataram. Sementara dua putra Rajasawardhana lainnya ketika itu belum lahir yaitu Wijayakusuma (Baginda Pamotan) dan Ranawijaya(Baginda Kertabumi).Jika dihitung mulai dari keluarnya Prasasti ini, Ranawijaya di tahun saka 1400 (1478M)masih sangat muda.
    Saya cenderung menyepakati bahwa yang gugur di tahun saka 1400 bukan putra bungsu Sang Sinagara, tetapi pamannya yaitu Suraprabhawa yang pernah menjadi baginda Pandansalas dan Tumapel.
    Bagaimana menurut panjenengan? Nuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayapun setuju hal itu, nama kecilnya Bhre Kertabhumi. Salam

      Hapus
  11. Saya ada rencana dengan rekan rekan saya untuk membuat suatu game yang mengambil setting masa kerajaan Majapahit, dan saya tertarik dengan penjabaran yang anda paparkan di situs ini, dapatkah saya menghubungi anda untuk mencari informasi lebih lanjut? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hubungi kami via email : jwong833@gmail.com ....., salam

      Hapus
  12. mohon petunjuk gan...apa di jaman majapahit ada raja atau pembesar kerajaan bernama suroloyo ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya tidak ada mas bro, salam

      Hapus

Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)

Komentar

 
Support : Cara Gampang Blog | Majapahit Blog
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. MAJAPAHIT 1478 - All Rights Reserved
Majapahit 1478
Original Design by Creating Website Last Modified by : Johan Purnomo