logo blog
Selamat Datang Di Majapahit Blog
Terima kasih atas kesediaan anda berkunjung di Majapahit Blog ini,
Semoga apa yang Blog ini share dan tulis di sini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang dapat berguna bagi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Balai Agung Manguntur, Balai Witana

MAJAPAHIT Slwagimbar ikan wanuntur an haturddiçi watanan ikawitana ri tnah, lor ttan weçma panankilan / para bhujanga khimuta para mantry alingih apupul, wetan / ngwan para çewa bodda mawiwada mucap aji sahopakara wki sök, prayaçcitta ri kalanin grahana phalguna makaphala haywanin sabhuwana.

terjemahan :

"Balai agung Manguntur dengan balai Witana berada di tengahnya, menghadap padang watangan yang meluas ke empat arah; bagian Utara paseban pujangga dan menteri, bagian Timur paseban pendeta Siwa-Buddha, yang bertugas membahas upacara pada masa grehana bulan Palguna demi keselamatan seluruh dunia".

Demikianlah petikan tulisan Mpu Prapanca dalam Kitab Negarakretagama khususnya pupuh yang ke 8. Uraian tersebut menggambarkan dengan jelas kondisi Balai Agung Manguntur, yang merupakan sebuah bangunan penting pada masa kejayaan Majapahit. Balai Agung Manguntur ini memiliki sebuah balai tempat singgasana kerajaan, yang disebut dengan nama Balai Witana.

Keberadaan Balai Agung Manguntur ini menjadi penting terutama dalam rangka gelaran upacara-upacara kebesaran Majapahit, semacam upacara jumenengan dan upacara Sraddha. Disamping itu, rupa-rupanya Balai Agung Manguntur ini juga menjadi tempat penting acara audiensi raja dengan para pembesar kerajaan atau mungkin juga dengan kawula Majapahit.

Balai Agung Manguntur ini rupa-rupanya bukanlah sebuah balai atau paseban yang berdiri sendiri, namun dikelilingi dengan beberapa balai atau paseban lainnya (yang lebih kecil tentunya), yaitu paseban Pujangga dan Menteri yang terletak di bagian Utara dan paseban pendeta Siwa-Budha yang terletak di bagian Timurnya. Dengan demikian terdapat lima balai atau paseban di komplek Manguntur ini, dengan Balai Agung Manguntur sebagai titik sentralnya.

Balai Agung Manguntur
Gambaran Balai Agung Manguntur

Selanjutnya dikisahkan lebih jauh, bahwa Balai Agung Manguntur ini menghadap padang watangan yang meluas ke empat arah. Dengan demikian Balai Agung Manguntur ini memiliki arah hadap yang sama dengan Pura (Gerbang) Waktra. Dan secara otomatis Balai Agung Manguntur ini memiliki arah hadap Barat - Timur.

Perihal berapa luas keseluruhan dari komplek Manguntur ini, sama sekali tidak terdapat penjelasan yang signifikan. Meskipun tidak terdapat penjelasan secara rinci tentang luas Balai Agung Manguntur ini, namun uraian dalam pupuh yang 10 dari Kitab Negarakretagama dengan jelas menuturkan siapa-siapa pembesar kerajaan Majapahit yang sering menghadap raja di Balai Agung Manguntur (Balai Witana) ini. Berikut uraiannya :

Warnnan / warnna ni saɳ manankil irikaɳ witana satata, mantri wrdda pararyya len para pasanguhan / sakapark, mwaɳ saɳ pança ri wilwatikta mapageh dmuɳ kanuruhan, tansah ranga tumengun uttama ni saɳ mark / wki pnuh.

terjemahan :

"Inilah para pembesar kerajaan yang sering menghadap di balai witana, Wredamentri, Tanda Menteri Pasangguhan dengan pengiringnya, Sang Panca ring Wilwatikta : Mapatih (Maha Patih Amangkubhumi), Rakryan Demung, Rakryan Kanuruhan, Rakryan Rangga, Rakryan Tumenggung, yaitu lima 'priyayi agung' yang akrab dengan lingkungan istana".

Dengan demikian dapatlah diambil sebuah kesimpulan, bahwa Balai Agung Manguntur ini merupakan sebuah bangunan penting kerajaan, tempat pertemuan raja dengan para pembesar kerajaan Majapahit.

Enter your email address to get update from Info Blog.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)

Copyright © 2015. MAJAPAHIT 1478 - All Rights Reserved | Template Created by Info Blog Proudly powered by Blogger