Breaking News
Loading...

KITAB NEGARAKERTAGAMA (4)

Pupuh X
  1. Inilah pembesar yang sering menghadap di balai Witana, Wredamentri, tanda menteri pasangguhan dengan pengiring, Sang Panca Wilwatikta : mapatih, demung, kanuruhan, rangga, Tumenggung, lima priyayi agung yang akrab dengan istana.
  2. Semua patih, demung negara bawahan dan pengalasan, semua pembesar daerah yang berhati tetap dan teguh, jika datang berkumpul di kepatihan seluruh negara., lima menteri utama yang mengawal urusan negara.
  3. Satria, pendeta, pujangga, para wipra, jika menghadap berdiri di bawah lindungan asoka di sisi witana, begitu juga dua dharmadyaksa dan tujuh pembantunya, bergelar arya, tangkas tingkahnya, pantas menjadi teladan.
Pupuh XI
  1. Itulah penghadap balai witana, tempat takhta yang terhias serba bergas, pantangan masuk ke dalam Istana Timur, agak jauh dari pintu pertama, ke Istana Selatan tempat Singawardana, permaisuri, putra dan putrinya, ke Istana Utara tempat Kertawardana ; ketiganya bagai kahyangan.
  2. Semua rumah bertiang kuat, berukir indah, dibuat berwarna-warni, kakinya dari batumerah pating berunjul, bergambar aneka lukisan, genting atapnya bersemarak serba meresap pandang menarik perhatian, bunga tanjung, kesara, cempaka dan lain-lainnya terpencar di halaman.
Pupuh XII
  1. Teratur rapi semua perumahan sepanjang tepi benteng, Timur tempat tinggal pemuka pendeta Siwa Hyang Brahmaraja, Selatan Buda-sangga dengan Rangkanadi sebagai pemuka, Barat tempat Arya, menteri dan sanak kadang adiraja.
  2. Di Timur tersekat lapangan, menjulang istana ajaib, Raja Wengker dan Rani Daha penaka Indra dan Dewi Saci, berdekatan dengan istana raja Matahun dan rani Lasem, tak jauh di sebelah Selatan Raja Wilwatikta.
  3. Di belah Utara pasar, rumah besar bagus lagi tinggi, di situ menetap patih Daha, adinda Baginda di Wengker Bhatara Narapati, termashur sebagai tulang punggung praja, cinta taat kepada raja, perwira, sangat tangkas dan bijak.
  4. Di Timur Laut rumah patih Wilwatikta, bernama Gajah Mada, menteri wira, bijaksana, setia bakti kepada negara, fasih bicara, teguh tangkas, tenang tegas, cerdik lagi jujur, tangan kanan maharaja sebagai penggerak roda negara.
  5. Sebelah Selatan Puri, gedung kejaksaan tinggi bagus ; sebelah Timur perumahan Siwa, sebelah Barat Buda ; terlangkahi rumah para menteri, para arya dan satria, perbedaan ragam pelbagai rumah menambah indahnya pura.
  6. Semua rumah memancarkan sinar warnanya gilang cemerlang, menandingi bulan dan matahari, indah tanpa upama ; negara-negara di Nusantara, dengan Daha bagai pemuka, tunduk menengadah, berlindung di bawah Wilwatikta.
Selanjutnya, silahkan baca  Kitab Negarakertagama (5)

1 komentar:

Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)

 
Toggle Footer