Breaking News
Loading...

Majapahit dan kesalahan informasinya (bagian pertama)

MAJAPAHIT 1478. Menguak misteri kerajaan Majapahit adalah merupakan tindakan yang baik, namun dalam hal menguak misteri kerajaan Majapahit tersebut hendaknya dilakukan dengan informasi-informasi yang benar. Menguak misteri kerajaan Majapahit tidaklah bijaksana bilamana dilakukan dengan memberikan informasi-informasi yang menyesatkan. Dalam artikel bersambung ini penulis akan mencoba untuk sedikit memaparkan kesalahan-kesalahan informasi tentang peninggalan kerajaan Majapahit yang telah beredar luas di dunia maya.

Uraian tentang Candi Tegowangi.
Candi Tegowangi merupakan sebuah candi yang secara administratif terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Secara umum candi ini berdenah bujursangkar menghadap ke Barat dengan memiliki ukuran 11,2 x 11,2 meter dengan tinggi 4,35 m. Pondasinya terbuat dari batu-bata sedangkan batu kaki dan sebagian tubuh yang masih tersisa terbuat dari batu jenis batuan andesit. Bagian kaki candi berlipit dan berhias. Pada tiap sisi kaki candi ditemukan tiga panel tegak yang dihiasi raksasa (gana) duduk jongkok; kedua tangan diangkat ke atas seperti mendukung bangunan candi. Di atasnya terdapat tonjolan - tonjolan berukir melingkari candi, di atas tonjolan terdapat sisi genta yang berhias.

Majapahit 1478
Candi Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Pada bagian tubuh candi di tengah-tengah pada setiap sisinya terdapat pilar polos yang menghubungkan badan dan kaki candi. Pilar-pilar itu tampak belum selesai dikerjakan. Di sekeliling tubuh candi dihiasi relief cerita Sudamala yang berjumlah 14 panil yaitu 3 panil di sisi utara, 8 panil di sisi barat dan 3 panil sisi selatan. Cerita ini berisi tentang pengruwatan (pensucian) Bhatari Durga dalam bentuknya yang jelek (raksasa) dan jahat menjadi ke bentuk semula Dewi Uma (sakti Bhatara Guru) yang dilakukan oleh Sadewa, tokoh bungsu dalam cerita Pandawa. Sedangkan pada bilik tubuh candi terdapat Yoni dengan cerat (pancuran) berbentuk naga. Dilihat dari reliefnya, candi Tegowangi ini erat kaitannya dengan upacara "ruwatan" yang bisa jadi merupakan upacara ruwatan untuk kesuburan tanah.

Di halaman candi, terdapat beberapa arca yaitu Parwati Ardhenari, Garuda berbadan manusia dan sisa candi di sudut Tenggara. Berdasarkan arca-arca yang ditemukan dan adanya Yoni di bilik candi maka candi ini berlatar belakang agama Hindu.

Candi Tegowangi ini adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit pada masa keemasannya di bawah pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk. Melihat dari banyaknya hiasan serta relief-relief yang bagus, diperkirakan candi Tegowangi ini termasuk sebagai salah satu candi kerajaan. Keterangan tentang Candi Tegowangi ini tidak banyak yang bisa kita dapatkan dari kitab Negarakretagama. Hanya di salah satu pupuhnya, yaitu Pupuh LXXXII pada bagian terakhir ayat yang kedua disebutkan : "Baginda sendiri membuka ladang Watsari di Tigawangi". Dengan demikian, keberadaan Candi Tegowangi ini erat kaitannya dengan pembukaan ladang/persawahan yang dilakukan oleh Prabhu Hayam Wuruk sendiri.

Kesalahan informasi tentang Candi Tegowangi.
Jika kita melakukan tindakan pencarian informasi tentang Candi Tegowangi ini dengan memanfaatkan fasilitas Google-search, maka akan diperoleh hasil seperti gambar di bawah ini. 

Majapahit 1478
Hasil pencarian dengan memanfaatkan Google Search

Namun bilamana kita masuki situs-situs yang ditampilkan satu persatu, terdapat kesalahan informasi yang cukup mendasar di dalamnya, kesalahan tersebut berkaitan dengan uraian candi Tegowangi ini menurut kitab Negarakretagama. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang berhasil penulis dokumentasikan.

Kesalahan pertama oleh id.wikipedia.org
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

Candi Tegowangi merupakan candi yang terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia.
Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M dimasa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Tegowangi)

Majapahit 1478
Kesalahan informasi oleh id.wikipedia.org

Kesalahan kedua oleh eastjava.com.
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

Candi Tegowangi memiliki ketinggian sekitar 4,35 M dan berukuran 11,20 x 11,20 M.
Seperti yang disebutkan dalam Kitab Paraton, candi Tegowangi merupakan tempat pendermaan Bhre Matahun. Dalam kitab Negarakertagama, dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1310 C (1388 M), maka diperkirakan candi ini dibangun pada tahun 1400 di masa majapahit, karena pendhermaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah sang raja meninggal dengan upacara Srada.
(http://www.eastjava.com/tourism/kediri/ina/tegowangi.html)

Majapahit 1478
Kesalahan informasi oleh eastjava.com

Kesalahan ketiga oleh kediriraya.com
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

Menurut Kitab Pararaton, Candi Tegowangi merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Bhre Matahun adalah suami dari Bhre Lasem, yang melahirkan Nagarawardhani yang kemudian menikah dengan Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk. 
Dalam Kitab Negarakertagama, Bhre Matahun meninggal pada tahun 1310 C (1388 M), sehingga diperkirakan Candi Tegowangi dibuat pada tahun 1400 M, karena pendharmaan dilakukan 12 tahun setelah meninggal dengan upacara srada.
(http://www.kediriraya.com/2011/08/candi-tegowangi.html)

Majapahit 1478
Kesalahan informasi oleh kediriraya.com

Kesalahan keempat oleh afrikenz.blogspot.com
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

Candi Tegowangi merupakan candi Hindu yang berumur sangat tua dan terletak di desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M dimasa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada.
(http://afrikenz.blogspot.com/2013/10/candi-tegowangi-kediri.html)

Majapahit 1478
Kesalahan informasi oleh afrikenz.blogspot.com

Kesalahan kelima oleh laurentiadewi.com
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

Sayang, tidak ada penjaga candinya, sehingga tidak ada informasi yang bisa aku dapatkan mengenai Candi ini (kecuali dari Oom Wiki yang dermawan itu) :
Candi Tegowangi, merupakan candi yang terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia.
Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat pendharmaan Bhre Matahun. Sadangkan dalam Kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M di masa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada.
(http://laurentiadewi.com/17527

Majapahit 1478
Kesalahan informasi oleh laurentiadewi.com

Kesalahan keenam oleh log.viva.co.id (hasil tulisan afrikenz)
Situs ini menjelaskan sejarah candi Tegowangi sebagai berikut :

VIVAlog - Candi Tegowangi merupakan candi Hindu yang berumur sangat tua dan terletak di desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M.
Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M dimasa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada. Bentuk candi ini bujur sangkar dengan menghadap ke barat.
(http://log.viva.co.id/news/read/452329-wisata-budaya-di-candi-tegowangi-kediri)

Majapahit 1478
Kesalahan informasi dalam log.viva.co.id

Analisa kesalahan.
Nampaknya kesalahan informasi tersebut bersumber dari satu situs yang sama yaitu id.wikipedia.com yang kemudian begitu saja dicontoh oleh situs-situs yang lain tanpa melakukan cross-check tentang kebenarannya.

Kesalahan ini cukup mendasar karena berusaha mengkaitkan keberadaan candi Tegowangi ini dengan kitab Negarakretama, namun dengan uraian yang salah. Dikatakan oleh mereka seperti di bawah ini  :

"Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1310 Saka atau 1388 M"

Penjelasan ini jelas salah besar, kitab Negarakretagama telah selesai dibuat pada tahun 1287 Saka atau 1365 M, bagaimana mungkin si penulis dalam hal ini Mpu Prapanca bisa menjelaskan kejadian yang terjadi pada tahun 1310 Saka atau 1388 M ? Adalah suatu hal yang mustahil karena peristiwanya terjadi 23 tahun setelah kitab Negarakretagama selesai ditulis. Bisa jadi Mpu Prapanca (penulis kitab Negarakretagama) telah meninggal saat kejadian tersebut.

Jadi dengan demikian penjelasan tentang candi Tegowangi yang berkaitan dengan uraian dalam kitab Negarakretagama adalah salah besar dan tidak dapat dipergunakan sebagai acuan.

Demikianlah uraian penulis tentang Majapahit dan kesalahan informasinya untuk bagian yang pertama tentang informasi candi Tegowangi. Semoga bermanfaat.


Bersambung ....... ke bagian berikutnya.

4 komentar:

  1. makasih atas infonya mungkin nanti artikel saya akan saya update agar menjadi hal yg valid

    BalasHapus
  2. maklumlah penguasa negeri ini dari dulu kebetulan wong jowo jd sah2 aj lah mereka mw mengKLAIM sejarah persi mereka yg paling benar. INGAT, sejarah resmi sebuah negara itu ditulis oleh penguasa(wong jowo) namun sejarah asli hanya Tuhan dan pelakunya yg tau, biarlah kalian org wetan mw mengKLAIM apa sesuka kalian, yg pasti kami tetap meyakini sejarah yang diwariskan kepada kami ketimbang menebarkan kesombongan belaka.
    Rahayu _/\_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejarah ditulis tidak untuk dasar-dasar kesombongan Mas Bro, sejarah itu ditulis untuk menuturkan kejadian yang sebenarnya kepada generasi muda yang peduli kepada bangsa dan tanah airnya. Sekali lagi jangan pernah mengatakan Sejarah sebagai sebuah Kesombongan, dan memang hanya di Pulau Jawa-lah pernah muncul sebuah kerajaan besar yang pernah mempersatukan seluruh Nusantara ..... Tolong hal ini anda pahami.

      Hapus
  3. sementara kitab pararaton tidak jelas penulis dan pengarangnya yang secara bersamaan kitab itu muncul dengan bangsa penjajah belanda sekitar abad 16-17 m

    BalasHapus

Silahkan anda meninggalkan komentar demi kemajuan dan perkembangan blog ini, mohon jangan melakukan spam ..... (pasti akan terhapus secara otomatis)

 
Toggle Footer